• 6
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Selamat Datang di Website YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL ---CAHAYA AL-QUR'AN --- MEMBANGUN EKOSISTEM DAN INSAN YANG CINTA AL-QUR'AN & AS-SUNNAH | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Kontak Kami


CAHAYA AL-QUR'AN

NPSN : 20210743

Jalan Diponegoro No. 80 Jogoyudan Lumajang


[email protected]

TLP : 0857.81.889900


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah cahaya al-quran ?
Bagus dan Sangat Bermanfaat
Menarik
Biasa saja
  Lihat

Statistik


Total Hits : 64588
Pengunjung : 30394
Hari ini : 29
Hits hari ini : 125
Member Online : 2
IP : 216.73.217.26
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

  • Nur Hafidz, S.Pd. (Guru)
    2021-04-29 11:33:29

    Syarat diterimanya 'amal shalih adalah ikhlas dan mengikuti contoh dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam

Tentang Iman




Tentang Iman

 

        Makna beriman adalah mencintai yaitu mencintai kepada Allah dan Rasul-Nya. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tidak cukup hanya mengimani rukun iman yang enam (Beriman kepada Allah, Rasul-rasul, Malaikat Kitab-kitab-Nya, Hari Akhir dan takdir). Beriman tingkat tinggi atau bahkan syarat sahnya keimanan adalah mencintai Allah dan Rasulnya, Dan cinta itu harus dibuktikan seperti yang terdapat dalam sabda Nabi SAW yaitu : “Tidak beriman (sempurna) seseorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan manusia sekalian.”

 

        Hal-hal konsisten yang logis dalam beriman antara lain mengikuti ayat Al Qur’an dan hadist. Seperti di dalam Al Qur’an di jelaskan “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” (QS Al-An’am [6]: 82). Dengan demikian ada beberapa hal-hal konsisten yang sudah dikerjakan antara lain hasrat berbuat baik karena hati yang rawan bersemayam di tempat dengan nafsu amarah, nafsu hewani yang cenderung jahat. orang-orang yang beriman harusnya hati dan jiwanya diliputi oleh hasrat berbuat baik. Maka benarlah hadist Nabi SAW bahwa orang mencuri, berzina, membunuh dan semacamnya itu imannya menyingkir. Sebab kejahatan dan keimanan tidak mungkin bersatu dalam satu tempat.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas