Tentang Iman
Tentang Iman
Makna beriman adalah mencintai yaitu mencintai kepada Allah dan Rasul-Nya. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tidak cukup hanya mengimani rukun iman yang enam (Beriman kepada Allah, Rasul-rasul, Malaikat Kitab-kitab-Nya, Hari Akhir dan takdir). Beriman tingkat tinggi atau bahkan syarat sahnya keimanan adalah mencintai Allah dan Rasulnya, Dan cinta itu harus dibuktikan seperti yang terdapat dalam sabda Nabi SAW yaitu : “Tidak beriman (sempurna) seseorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan manusia sekalian.”
Hal-hal konsisten yang logis dalam beriman antara lain mengikuti ayat Al Qur’an dan hadist. Seperti di dalam Al Qur’an di jelaskan “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” (QS Al-An’am [6]: 82). Dengan demikian ada beberapa hal-hal konsisten yang sudah dikerjakan antara lain hasrat berbuat baik karena hati yang rawan bersemayam di tempat dengan nafsu amarah, nafsu hewani yang cenderung jahat. orang-orang yang beriman harusnya hati dan jiwanya diliputi oleh hasrat berbuat baik. Maka benarlah hadist Nabi SAW bahwa orang mencuri, berzina, membunuh dan semacamnya itu imannya menyingkir. Sebab kejahatan dan keimanan tidak mungkin bersatu dalam satu tempat.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- TRAINING MOTIVASI GURU AL-QURAN
- Tasmi
- RUH SANG MUROBBI
- DAMPAK HANDPHONE BAGI ANAK
- Nasihat Yang Di Rindukan
Kembali ke Atas






